www.beritajatimpos.com
Lapas Pemuda Madiun Terima 6 Warga
Binaan dari Rutan Nganjuk
Madiun, – BERITAJATIMPOS.com
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda
Kelas IIA Madiun menerima pemindahan enam Warga Binaan dari Rumah Tahanan
Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk, Selasa (14/7). Pemindahan tersebut dilakukan
sebagai bagian dari upaya optimalisasi kapasitas hunian serta pemerataan
pelaksanaan pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan.
Setibanya di Lapas Pemuda Madiun,
seluruh Warga Binaan menjalani serangkaian tahapan penerimaan yang meliputi
pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan, penggeledahan badan dan barang
bawaan, pemangkasan rambut, serta pembagian baju dis Warga Binaan. Proses
tersebut dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur guna memastikan
keamanan, ketertiban, serta kelancaran proses penerimaan dan penempatan Warga
Binaan di lingkungan Lapas.
Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan
Tata Tertib, Hilman Hilmawan, menyampaikan bahwa setiap proses penerimaan Warga
Binaan dilaksanakan secara cermat dan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Seluruh tahapan penerimaan kami
laksanakan sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga
pemeriksaan kesehatan dan penggeledahan. Hal ini bertujuan untuk memastikan
kondisi Warga Binaan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mendukung proses
pembinaan yang akan dijalankan di Lapas Pemuda Madiun," ujar Hilman.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda
Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pemindahan Warga Binaan merupakan
bagian dari langkah strategis untuk mendukung pemerataan kapasitas hunian
sekaligus memastikan pembinaan dapat berjalan secara optimal.
"Kami menyambut kedatangan Warga
Binaan dari Rutan Nganjuk dengan tetap mengedepankan prosedur yang berlaku.
Setelah proses penerimaan selesai, mereka akan mengikuti program pembinaan yang
telah disiapkan sesuai kebutuhan agar dapat mengembangkan kepribadian,
keterampilan, dan kesiapan untuk kembali berperan positif di tengah
masyarakat," tegas Rudi.
Pemindahan tersebut diharapkan dapat
mendukung pemerataan pembinaan sekaligus optimalisasi kapasitas hunian di
lingkungan Pemasyarakatan. Seluruh Warga Binaan selanjutnya akan mengikuti
program pembinaan kepribadian dan kemandirian secara bertahap sebagai bekal
untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidananya.
