www.beritajatimpos.com
Kalapas Pemuda Madiun Periksa Kerapian
Petugas dan Ajak Sarapan Bersama Pererat Kekompakan
MADIUN, – BERITAJATIMPOS.com
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun,
Rudi Kristiawan, melakukan pemeriksaan langsung terhadap kerapian seluruh
petugas usai pelaksanaan apel pagi. Pemeriksaan tersebut meliputi kelengkapan
atribut dinas, kerapian penggunaan jilbab bagi petugas perempuan, hingga
penggunaan sepatu sesuai ketentuan sebagai bentuk penegakan disiplin dan
profesionalisme aparatur, Senin (06/07).
Dalam pemeriksaan tersebut, Kalapas
tidak segan memberikan sanksi disiplin berupa hukuman push up kepada petugas
yang kedapatan tidak berpenampilan rapi atau tidak sesuai dengan ketentuan.
Sanksi diberikan sebagai bentuk pembinaan agar seluruh jajaran senantiasa
menjaga kedisiplinan, tanggung jawab, dan citra positif institusi.
Rudi Kristiawan menegaskan bahwa
kedisiplinan dimulai dari hal-hal sederhana, salah satunya adalah menjaga
kerapian penampilan saat bertugas. Menurutnya, penampilan yang rapi
mencerminkan sikap profesional dan kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan serta
menjalankan tugas pengamanan.
"Disiplin harus dimulai dari diri
sendiri. Hal kecil seperti kerapian seragam, jilbab, maupun sepatu merupakan
cerminan integritas dan tanggung jawab kita sebagai petugas pemasyarakatan.
Saya ingin seluruh jajaran bekerja dengan baik, tetap aman, waspada, mengikuti
arahan pimpinan, serta jangan sampai ada kelalaian sekecil apa pun saat
bertugas," tegas Rudi Kristiawan.
Usai pelaksanaan apel dan pemeriksaan
kerapian, Kalapas mengajak seluruh jajaran menikmati sarapan pagi bersama.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut
menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang lebih
baik, serta meningkatkan kekompakan antarpegawai.
Menurut Rudi Kristiawan, kebersamaan
menjadi salah satu cara efektif untuk menciptakan hubungan kerja yang harmonis
sehingga koordinasi dan soliditas tim semakin kuat.
"Kita bangun kebersamaan melalui
hal-hal sederhana. Dengan suasana yang harmonis, komunikasi yang baik, dan
kekompakan yang terjaga, saya yakin seluruh jajaran dapat bekerja lebih
optimal. Santai tapi pasti, tetap aman, tetap waspada, ikuti arahan saya dan
pimpinan, serta jangan sampai ada masalah maupun kelalaian dalam pelaksanaan
tugas," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pemuda
Kelas IIA Madiun terus menanamkan budaya kerja yang disiplin, solid, dan
humanis. Penegakan disiplin yang diimbangi dengan kebersamaan diharapkan mampu
menciptakan lingkungan kerja yang profesional, harmonis, serta mendukung
terwujudnya keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Pemuda Madiun. (RED).
