www.beritajatimpos.com

Madiun, Jawa Timur (15/10)
– BERITAJATIMPOS.com
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
kembali disosialisasikan ke masyarakat untuk memperluas penerima manfaat program
MBG. DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar
sosialisasi program MBG untuk memberikan edukasi ke masyarakat mengenai
pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi.
Kegiatan sosialisasi
program MBG ini bertempat
di Hotel Merdeka, Madiun pada Senin, (13/10). Acara ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI
Netty Prasetiyani, Anggota Komisi XII DPR RI Dapil Jawa Timur VIII Meitri Citra
Wardani, perwakilan dari Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi
Nasional (BGN), Mochamad Halim, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX
DPR RI Netty
Prasetiyani menegaskan pentingnya pencegahan stunting sejak masa awal
kehidupan. Ia menyebut, periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan
fase emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.
“Jika kebutuhan gizi di masa ini tidak
terpenuhi, dampaknya bersifat permanen. Karena itu, upaya pencegahan harus
dilakukan secara terpadu dan melibatkan banyak pihak,” ucap Netty
Prasetiyani.
Ia juga menilai Program MBG sebagai
solusi konkret dalam memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus memberdayakan
ekonomi lokal. “Kunci pencegahan stunting adalah kolaborasi, bukan kerja
sendiri-sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR
RI Dapil Jawa Timur VIII Meitri Citra Wardani menilai Program MBG bukan hanya
program pemberian makanan, tetapi langkah strategis untuk memperbaiki kualitas
gizi dan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini menjadi bentuk nyata
perhatian pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Selain
memperbaiki gizi, MBG juga menghidupkan perekonomian daerah karena melibatkan
UMKM, petani, dan koperasi lokal,” jelasnya.
Kemudian, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama
Badan Gizi Nasional (BGN), Mochamad Halim, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG
berpedoman pada standar gizi dan keamanan pangan yang ketat. Ia juga menyoroti
manfaat ekonomi yang timbul dari program ini, seperti terbukanya peluang usaha
baru di sektor pangan lokal.
“Program ini bukan sekadar memberi
makan, tapi memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap
menghadapi masa depan,” jelasnya.
Partisipasi aktif dari masyarakat,
mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan
mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh.
Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas,
dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas
2045.