Advertisement
BANYUWANGI - Polda Jawa Timur (Jatim) membuka posko informasi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) P
Ponorogo — Dalam rangka mendukung program nasional ketahanan pangan, jajaran Polsek Somoroto, Polres Ponorogo, Polda Jatim, melaksanakan pemantauan langsung ke lahan pertanian di Desa Ngrandu, Kecamatan Kauman, Jumat (4/7/2025).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Biro SDM Polda Jatim Kombes Pol Ari Wibowo, S.I.K., M.H., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan, serta instruksi dari Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.H., kepada seluruh jajaran untuk aktif mendampingi masyarakat dalam sektor pertanian.
Dipimpin langsung oleh Kapolsek Somoroto Kompol Haryo Kusbintoro, S.H., M.H., didampingi Bhabinkamtibmas Desa Ngrandu Aiptu Dewi Puspitasari, kegiatan pemantauan dilaksanakan dengan turun langsung ke sawah dan kebun petani sayuran setempat.
“Ini bentuk dukungan kami dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional sebagaimana arahan Presiden. Polisi hadir tak hanya sebagai penjaga keamanan, tapi juga mitra petani,” ujar Kompol Haryo Kusbintoro di sela kegiatan.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat petani. Kehadiran polisi di tengah lahan pertanian diharapkan dapat memberikan rasa aman, meningkatkan semangat kerja petani, dan turut mengawasi hambatan seperti hama, distribusi pupuk, dan dampak cuaca ekstrem.
“Kami ingin memastikan bahwa para petani mendapatkan dukungan penuh, baik dari sisi keamanan maupun pendampingan sosial. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan kemanusiaan aparat,” tegasnya.
Program ketahanan pangan yang digalakkan Polsek Somoroto selaras dengan kebijakan nasional dalam mendukung swasembada pangan. Melalui pendekatan langsung ke lapangan, Polri menunjukkan perannya sebagai bagian dari solusi terhadap tantangan kesejahteraan masyarakat, terutama petani.
Kegiatan pemantauan ini mendapat apresiasi positif dari warga dan petani Desa Ngrandu. Mereka mengaku senang dan terbantu dengan kehadiran Bhabinkamtibmas dan jajaran kepolisian dalam aktivitas pertanian mereka.
“Baru kali ini ada polisi yang ikut turun melihat langsung kondisi lahan kami. Kami merasa lebih diperhatikan dan dilindungi,” ungkap
salah satu petani setempat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polres Ponorogo dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, sejalan dengan semangat Presisi dan tugas sosial Polri dalam membantu kesejahteraan rakyat.
@divisihumaspolri
@humaspoldajatim
@ssdmpolri
#ketahananpangan #polresponorogo #poldajatim #astacitajatim #astacitaponorogo #swasembadapangan
#astacita #ketahananpangan #ketahananpanganpoldajatim #polripresisi #polisiindonesia #ssdmpolri #divhumaspolri #birosdmpoldajatim #bidhumaspoldajatimolda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi,Jumat (4/7).
Selain membuka posko SAR gabungan dan posko informasi, Polda Jatim melalui Polresta Banyuwangi membuka posko DVI di ruang tunggu Pelabuhan Ketapang.
"Keluarga korban bisa mencari informasi dan menyerahkan data terkait anggota keluarganya yang masih hilang di posko yang sudah kami siapkan," kata Kombes Pol Abast.
Pada posko informasi ditampilkan juga daftar penumpang yang ditemukan selamat dan meninggal dunia.
Hingga berita ini ditulis, Tim SAR gabungan melaporkan bahwa total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 36 orang, dengan 30 orang di antaranya ditemukan selamat dan 6 orang dinyatakan meninggal.
Dari 30 korban selamat, diketahui 21 orang merupakan warga asal Ketapang, Banyuwangi, dan 9 orang lainnya berasal dari Gilimanuk, Bali.
Data ini dikumpulkan dari laporan posko darurat yang didirikan oleh petugas gabungan di Pelabuhan Ketapang.
Menurut Kombes Pol Abast, seluruh korban ditemukan di wilayah perairan Bali dan ditangani Polres Jembrana Polda Bali.
Kombes Pol Abast menerangkan, korban meninggal sebelumnya telah diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Bali di Posko Gilimanuk Bali.
Setelah selesai proses identifikasi kemudian berkoordinasi dengan Tim DVI Polda Jatim yang ada di Posko Ketapang Banyuwangi untuk menerima ke 6 jenazah di Posko Ketapang Banyuwangi.
"Hingga saat ini, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban hilang akibat tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali," pungkas Kombes Abast.
KMP Tunu Pratama Jaya diketahui berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk pada Rabu malam (2/7).
Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kapal tenggelam pada pukul 23.35 WIB di koordinat 8° 9'32.35"S 114°25'6.38"E.
Sementara berdasarkan Manifest, kapal tersebut berpenumpang 53 Orang dan ABK Kapal 12 Orang serta 22 Unit Kendaraan. (*)

